BAND NETRAL GANTI NAMA DAN TANCAP GAS RILIS SINGLE TERBARU 'SAKIT JIWA'

NTRL [NETRAL]


Rockumentasi - Belum lama Band Netral merubah namanya menjadi NTRL, merekapun lanjut tancap gas pol meluncurkan single terbaru dengan judul "Sakit Jiwa". Baru 2 detik ketika Rockumentasi mendengarkan lagu tersebut, kontan mata yang masih berat pasca begadang nunggu saur langsung melek. Memang mereka bertiga Sakit Jiwa.

JOE SATRIANI : 'SAN FRANCISCO' EXCLUSIVE PREMIER DARI ALBUM BARU 'SHOCKWAVE SUPERNOVA' 2015



Rockumentasi - Belum rasanya bosan dengerin audio dari lagu Joe Satriani yang berjudul "On Peregrine Wings", Bang Joe baru-baru ia ini telah merilis Exclusive Premier salah satu lagu yang bakal ada di album terbarunya yaitu "San Francisco Blue" :

JOE SATRIANI : "ON PEREGRINE WINGS" TEASER DAN AUDIO DARI ALBUM TERBARU 'SHOCKWAVE SUPERNOVA' 2015




Rockumentasi - Joe Satriani yang rencana bakal merilis album studio ke -15 tanggal 24 Juli 2015 dengan titel album 'Shockwave Supernova' yang mana Joe Satriani salah satu musisi yang memanfaatkan untuk pertamakainya program “Friday, Global Release Day”. Baru-baru ia ini telah merilis Taser salah satu lagu yang bakal ada di album terbarunya yaitu lagu berjudul : "On Peregrine Wings" :

FOO FIGHTERS : WASTING LIGHT

Wasting Light
Release : 12 April 2011
Label : Roswell Records / RCA / Sony Music Entertainment Indonesia

Anggota :
Dave Grohl - Vocal, Giral
Taylor Hawkins - Drums, Perkusi
Nate Mendel - Bass
Chris Shiflett - Gitar
Pat Smear - Gitar

Dave Grohl bersama bandnya memang tidak pernah mengecewakan penggemarnya setiap kali menelorkan album baru. Selalu ada hal baru dan menggairahkan yang disuguhkan di album baru mereka "Wasting Light" lewat racikan musiknya yang murni, tanpa basa-basi, keras, bernyali, dan tidak ada kompromi.
"Rope" didaulat menjadi single pertama yang menduduki tahta charts #1 Rock Song di Billboard, juga bertengger dibeberapa charts dunia seperti : #100 Hot 100#62 Radio Songs#1 Alternative So...#76 Canadian Hot 1...
Sedang lagu-lagu lainnya tida kalah menariknya, permainan mereka sangat tereksplorasi. Album Wasting Light memang pantas untuk berada di rak koleksi lagu para Rockers.

Track List Wasting Light :

1. Bridge Burning
2. Rope
3. Dear Rosemary
4. White Limo
5. Arlandria
6. These Days
7. Back & Forth
8. A Matter Of Time
9. Miss The Misery
10. I Should Have Known
11. Walk

MOSHING

Moshing
Gerakan dance yang disukai anak-anak metal. Saat melakukannya, seseorang menabrakkan diri atau mendorong orang lain dengan badannya. Biasanya gerakan ini dikombinasikan dengan Stage Diving (melompat ke kerumunan orang dari bibir panggung), dan crowd surfing.
Stage Diving
Biasanya sebuah gelaran metal menyediakan satu tempat untuk melakukan moshing. Area tersebut biasanya disebut mosh pit.
Konon teknik dance ini berawal dari slam dancing yang ramai ditemukan di konser-konser musik punk. Setelah ada alkulturasi dengan hardcore punk, tradisi ini mulai masuk ke scene metal.
Crowd Surfing

HEADBANGING

Sering kita lihat pada sebuah pagelaran musik Rock para penonton mendengarkan konser sambil menganggukkan kepala, dalam konteks musik Metal anggukan kepala ini biasa disebut dengan istilah khusus Headbanging.
Headbanging berawal pada saat tur perdana band Led Zeppelin di Amerika pada akhir tahun 1960-an. Rata-rata penonton konsernya ber-headbanging ria saat mendengarkan lagu-lagu cadas yang dibawakan Led Zeppelin. Sejak saat itulah headbanging menjadi pola wajib penonton konser Metal.

EPIC METAL

Epic Metal adalah sebuah istilah untuk menyebut jenis musik Heavy Metal yang menggunakan tema-tema fantasi atau perjuangan. Kata epic ini juga biasa digunakan untuk menamai persilangan genre Gothic Metal, Symponic Metal dan Viking Metal.
Beberapa band yang mengususng sub genre ini adalah : Manilla Road, Virgin Steele dan Rage.

CORPSE PAINT

Corpse Paint terkadang ditulis tanpa sepasi "Corpspaint"..adalah: gaya khas band-band pengusung Blackmetal dengan gaya make up dengan menggunakan warna hitam dan putih. pada mulanya make up ini guna menunjukkan bahwa mereka seperti orang yang sudah mati. Namun belakangan hal ini untuk menunjukkan ideologi mereka tentang satanisme dan in humanity.
Corpse Paint mulai dikenal banyak orang sekitar akhir '70-an ketika sudah mulai banyak band yang mengusung tema ini, baik ke atas panggung maupun sesi foto. Band-band yang dikenal memkai gaya ini adalah KISS dan Alice Cooper pada tahun 70-an. Slayer pada awalnya juga gemar berdandan seperti ini.

RAHASIA DIBALIK KEY’S PIANO DILIHAT DARI SISI RELIGI

Oleh : Pipic

Kalau kita amatin gambar key’s di sebelah (yang saya ambil hanya intinya saja) terlihat biasa-biasa saja seperti pada umumnya sebuah key’s piano. Disetiap bagian Tut’s tersebut mewakili sebuahNotasi yang terdiri atas Silabels (yang kita kenal sebagai solmisasi),
Tut’s yang berwarna putih adalah notasi mayor C,D,E,F,G,A,B dan disela-selanya ada Tut’s warna hitam yaitu untuk notasi minor “#” : C#,D#,F#,G#,A#. Notasi-notasi tersebut dari jaman dulu tidak bisa dilepaskan keterkaitannya satu sama lain. Dan mereka saling mendukung keindahan bunyinya.

DRUMER BARU DREAM THEATER : “Selamat Tinggal MIKE PORTNOY Selamat Datang MIKE MANGINI”

Mike Mangini
Oleh : Pipic

Tanggal 8 September 2010 silam fans dan progressive metal Dream Theater dikejutkan dengan pernyataan pemain drum yang juga merupakan salah satu pendirinya, Mike Portnoy, mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan band untuk sementara waktu. Alasannya, ia membutuhkan istirahat setelah berkarier secara total di band selama hampir 20 tahun demi menyelamatkan hubungannya dengan personel Dream Theater lainnya. Tapi setelah mengalami kekosongan posisi drumer akhirnya Oktober 2010 Dream Theater melakukan audisi 7 drumer, yang mana sebelumnya Dream Theater menolak Mike Pornoy yang kabarnya memiliki darah keturunan Yahudi ini ingin kembali. Kontan Mike Portnoy sangat kecewa dengan keputusan kawan-kawannya, tapi apa boleh buat akhirnya Ia meninggalkan band untuk selama-lamanya.

Mike Portnoy
Audisi 7 drumer tersebut diikuti oleh drumer-drumer kelas papan atas dunia, mereka adalah : Mike Mangini, MarcoMinnemann, Peter Wildoer, Virgil Donati, Aquiles Priester, Derek Roddy dan Thomas Lang. Setelah melalui audisi selama berbulan-bulan, yang prosesnya juga sempat

direkam untuk dijadikan film dokumenter, akhirnya situs resmi www.dreamtheater.net jumat 29 April 2011 mengumumkan terpilihnya Mike Mangini (Steve Vai, Extreme, Annihilator) sebagai pemain drum Dream Theater yang baru. Proses audisi ini dijadikan film dokumenter dengan titel “The Spirit Carries On” yang ditayangkan di kanal Roadrunner Records di YouTube .Video dokumenter tersebut dibagi menjadi beberapa episode.

Mangini, yang merupakan profesor dan guru di Berklee Colege of Music di Boston dan dikenal sebagai salah satu drummer tercepat di dunia, menyatakan kebahagiaannya bisa menjadi bagian dari band itu. Ketika dihubungi oleh Dream Theater untuk bergabung, Mangini sempat menangis beberapa kali.

“Dia bukan hanya sadis sebagai seorang pemain drum. Tetapi juga benar-benar memahami nilai-nilai segala sesuatu yang kita usahakan untuk menjadi sebuah band,” tulis Petrucci. Petrucci lantas mengumumkan bahwa saat ini mereka telah mulai mengerjakan album kesebelas.

Mike Mangini menyatakan kepada ModernDrummer.com bahwa ia telah selesai merekam track drum untuk album Dream Theater terbaru. “Mereka sekarang sedang menyelesaikan kunci-kunci dan vokal. CD album baru dijadwalkan rilis pada musim gugur,” katanya.

Kita tunggu saja….seperti apa musik Dream Theater sepeninggalan Mike Portnoy dengan diganti gebukan drum ala Mike Mangini.

Daikutip dari www.pipic.wordpress.com


Dream Theater Formasi Baru 2011

DRAGONFORCE : RACIKAN FULL SPEED GUITAR EXTRAVAGANZA

Dragonforce 2011
Oleh : Pipic (Diambil dari beberapa sumber)

Mereka mengawali dengan merilis demo lewat media dunia maya yaitu MP3.com dengan komposisi bertitel “Valley Of The Damned” yang lumayan sukses. Akhirnya tahun 2003 mereka merilis album dengan title album : Valley Of The Damned, disusul th 2004 dengan album Sonic Freedom dan th 2006 dengan album Inhuman Rampage, dan album terbaru th 2008 Ultra Beatdown.

Bila didengar secara umum sebenarnya music Dragonforce adalah pengembangan dari konsep musik yang pernah ada yang di usung & dirintis oleh band-band seperti Iron Maiden, Helloween. Racikan Resep komposisi music Dragonforce yang dibangun dalam satu komposisi yaitu dengan Fast Palm Muted Riffing dengan multi segmen, tema melodi yang cukup kaya baik untuk vocal ataupun lead instrumennya (gitar & keyboard), sedangkan untuk rhythm sectionnya mengiringin komposisi tersebut dengan stamina & stabilitas untuk menjaga tempo tanpa harus menonjol dengan show Off Skill instrumentasi secara berlebih. Resep diatas merupakan resep yang telah digunakan oleh para pengusung Power Metal dengan tingkat keberhasilan masing-masing dalam menciptakan karakter seperti band : Kamelot, Angra, Blind Guardian, Rhapsody & Stratovarius yang cukup sukses. Maka ditengah-tengah kesuksesan pendahulunya maka Dragonforce harus menemukan resep unggulan untuk menjadi istimewa & meraih sukses yaitu dengan Full Speed Guitar Extravaganza.

Genre Power Metal memang lebih dibentuk oleh salah satu unsure dual harmony lead guitar,tapi bila dibawakan dengan kecepatan tinggi dan intensitasnya juga tinggi pula maka dengan apa yang sudah ditunjukkan oleh Dragonforce, dialah band yang sukses mempopulerkannya. Walaupun tak bisa diabaikan bahwa dalam skala tertentu Racer X & Cacophonypernah melakukan hal yang sama.

Duet Herman Li & Sam Totman menyuguhkan riff-riff yang begitu menderu hingga seolah-olah tidak memberikan kesempatan pada pendengarnya untuk menarik nafas. Dan disela-sela itu, bukan hanya pada segmen interlude, mereka berdua menyelipkan dalam sekala besar tema-tema melodi yang dimainkan secara bersama / harmoni maupun secara solo. Yang dieksekusi dengan highly skilled playing melalui kombinasi dari sweep arpeggio, tapped arpeggio, legato, speed picking, pinch – artificial harmonic & ekploitasi whammy bar yang intens. Menarik pula untuk diperhatikan kekhasan sound yang selalu muncul di setiap komposisi sebagai hasil manipulasi whammy bar & permainan harmonic.

Kontribusi dari Vadim Pruzhanov keyboardist tidak bisa diabaikan begitu saja. Lick-lick solo yang dia mainkan seolah tak mau kalah bersaing dengan Herman Li & Sam Totman, highly skilled playing dengan artificial guitar sound yang sering kali sulit dibedakan dengan sound gitar sebenarnya. Alhasil menghadirkan bukan hanyandual lead instrument tapi tiga sekaligus. Sementara ditengah –tengah deru riffing Herman Li & Sam Totman, Vadim Pruzhanov dalam kadar yang tepat menempatkan keyboardnya sebagai blocking/textural sound.

Untuk bagian beatnya mengesanka sekali mendengarkan Dave Mackintosh mengeksekusi permainan yang begitu rapat & cepat hamper disepanjang setiap komposisi yang diusung yang mana membutiuhkan stamina & konsentrasi yang tinggi. Dave merupakan mantan drummer band black metal “Balsagoth”. Maka keempat personil diataslah yang telah berhasil membangun reputasi tersendiri Dragonforce tanpa melupakan peran Theart & Leclerc yang cukup bagus tapi tidak begitu sepesial.

Dengan keluarnya vokalis ZP Theart dan diganti dengan Marc Hudson yang resmi dinobatkan pada tanggal 2 Maret 2011, kita tunggu adakah trobosan racikan terbaru yang menunjukkan kelebihan di sektor vokal??……

Formasi Baru Dragonforce mulai 2 Maret 2011 :

Marc Hudson – Lead vocals (2011 – sekarang)
Herman Li – Lead and rhythm guitars, backing vocals, production (1999 – sekarang)
Sam Totman – Lead and rhythm electric guitars, backing vocals, production (1999 – sekarang)
Vadim Pruzhanov – Keyboards, piano, theremin, kaos pad, backing vocals (2001 – sekarang )
Dave Mackintosh – Drums, backing vocals (2004 – sekarang)
Frédéric Leclercq – Bass, backing vocals, extreme brutal vocals (2005 – sekarang)


Mantan Anggota :

ZP Theart – Lead Vocals (1999 – 2010)
Didier Almouzni – drums (1999–2003)
Diccon Harper – bass guitar, backing vocals (2000–2003)
Adrian Lambert – bass guitar (2003–2005)
Steve Scott – bass guitar, backing vocals (1999–2000)
Steve Williams – keyboards, backing vocals (1999–2000)

Website Resmi : http://www.dragonforce.com

Album Discography :
DRAGONFORCE
Twilight Dementia (Live Album)
2CDs / LP 2010 - Roadrunner, Spinefarm, Victor
Disc 1
1. Heroes of Our Time
2. Operation Ground and Pound
3. Reasons to Live
4. Fury of the Storm
5. Fields of Despair
6. Starfire
7. Soldiers of the WastelandDisc 2
1. My Spirit Will Go On
2. Where Dragons Rule
3. The Last Journey Home
4. Valley of the Damned
5. Strike of the Ninja
6. Through the Fire and Flames
  
DRAGONFORCE
Ultra Beatdown
CD / LP 2008 – Roadrunner, Spinefarm, JVC Victor
1. Heroes Of Our Time
2. The Fire Still Burns
3. Reasons To Live
4. Heartbreak Armageddon
5. The Last Journey Home
6. A Flame for Freedom
7. Inside The Winter Storm
8. The Warrior Inside* SPECIAL EDITION
with 2 bonus tracks plus DVD
  
DRAGONFORCE
Inhuman Rampage
CD / LP 2006 – Roadrunner, Noise, JVC Victor
1. Through the Fire & Flames
2. Revolution Deathsquad
3. Storming the Burning Fields
4. Operation Ground & Pound
5. Body Breakdown
6. Cry for Eternity
7. The Flame of Youth
8. Trail of Broken Hearts* SPECIAL EDITION
with bonus track plus DVD
  
DRAGONFORCE
Sonic Firestorm
CD / LP 2004 – Noise, JVC Victor
1. My Spirit Will Go On
2. Fury of the Storm
3. Fields of Despair
4. Dawn Over a New World
5. Above the Winter Moonlight
6. Soldiers of the Wasteland
7. Prepare for War
8. Once in a Lifetime* SPECIAL EDITION
Sonic Firestorm – Reissue
with bonus track and DVD
CD+DVD / LP 2010 – Spinefarm
  
DRAGONFORCE
Valley of the Damned
CD / LP 2003 – Noise, JVC Victor
1. Invocation of the Apocalyptic Evil
2. Valley of the Damned
3. Black Fire
4. Black Winter Night
5. Starfire
6. Disciples of Babylon
7. Revelations
8. Evening Star
9. Heart of a Dragon* SPECIAL EDITION
Valley of the Damned – Remixed & Remastered
with bonus track and DVD
CD+DVD / LP 2010 – Spinefarm
  

MANAJEMEN REKAMAN

1. CEO (CHIEF EXECUTIVE OFFICER)

CEO adalah pemimpin perusahaan. Dalam manajemen label rekaman memegang kekuasaan tertinggi. Tanggung jawabnya mengawasi seluruh perusahaan yang bernaung dibawahnya. Sebagai contoh seorang CEO EMI tak hanya mengatur & mengurusi perusahaan EMI, akan tetapi ,mengawasi pula perusahaan-perusahaan rekaman yang bernaung di bawah EMI, seperti Capitol Records.

2. PRESIDEN

Presiden bertanggung dalam menjalankan manajemen sebuah label rekaman & bertanggung jawab langsung kepada CEO. Bilamana label rekaman mengalami gulung tikar dialah yang dimintai pertanggung jawaban atas hal tersebut. Dalam menjalankan tugasnya seorang Presiden dibantu oleh departemen-departemen dibawahnya dalam mencapai tujuan menghasilkan Bottom Line yang besar sehingga meraih pendapatan yang besar pula dalam penjualan hasil-hasil rekamannya.

3. SENIOR VICE PRESIDENT

Senior Vice President bertanggung jawab langsung mengawasi manajemen departemen dalam sebuah label rekaman. Departemen-departemen yang bekerja dibawah pengawasannya yaitu : Business Affairs Department, Legal Department, A&R (Artist and Repertoire) Department, Art Department, Marketing Department, PublicityDepartment, New Media Department, Artist Development Department, Sales Department, Label Liaison, dan Promotion Department

4. BUSINESS AFFAIRS DEPARTEMENT

Departemen ini khusus menangani masalah manajemen Finansial & bisnis didalamnya. Hal-hal yang menjadi pertanggungjawaban departemen ini adalah mengurus & mengatur keuangan label rekaman, melakukan pembukuan, dan membayar gaji staff. Alur & sirkulasi keuangan menjadi prioritas utama departemen ini.

5. LEGAL DEPARTMENT

Departemen ini bertugas melindungi masalah hukum seperti pengajuan perkara hukum, hak cipta, draft kontrak, atau perlindungan siapa pemegang Master Copy.

6. ARTIST and REPERTOIRE (A&R)

Tugas seorang A&R adalah mencari musisi atau band yang bakal bernaung di label rekamannya. Ada sebuah jargon khusus bagi para A&R : ” Mereka mesti memiliki teling bagus”. Bagus di sini berarti memiliki kepekaan pada sebuah musik yang dimainkan oleh sebuah band. Apakah nantinya bakal meledak di pasaran atau tidak, telinga merekalah yang menentukan. Pekerjaan seorang A&R tak hanya mencari talenta saja, tapi juga ikut campur dalam hal pemilihan produser, lagu yang bakal direkam, dan studio rekaman dan juga bekerja sama dengan Business Affairs Department untuk memastikan budget untuk proses produksi rekaman. Singkat kata A&R sebagai perantara antara musisi dengan label rekaman.

Seorang A&R memang orang yang benar-benar mengerti industri musik. Dia mejadi tulang punggung sebuah label rekaman untuk mengorbitkan musisi yang siap bersinar. Kecintaan kepada musikpun bakal menjadikan seorang A&R memiliki telinga yang bagus. Ada lima rumusan yang ditulis oleh Veronika Kalmar dalam bukunya Label Launch: Rumusan 1. siapa pendengar musik tersebut?. 2. Apakah artis/band bakal mendukung si label rekaman?. 3. Seberapa stabil keadaan artis/band tersebut?. 4. Apakah artis/band dapat menjaga komitmen?. 5. Apakah ada penjelasan terhadap hal-hal diluar dugaan antara musisi dengan label rekaman?

7. ART DEPARTMENT

Departemen ini lebih mengurusi yang berhubungandengan dunia seni khususnya yang berhubungan dengan dunia desain seperti cover album, desain press advertising, poster dll yang berhubungan dengan dunia desain dan cetak mencetak. Departemen ini bertanggung jawab dalam mengurusi pemasaran setiap album rekaman yang siap rilis. Mereka juga terlibat dalam mengkoordinasikan hal-hal yang berhubungan dengan promosi, publisitas dan laporan penjualan dalam setiap rekaman.

8. PUBLICITY DEPARTMENT

Bertanggung jawab pada penyusunan hal-hal yang berbau dokumentasi, seperti mengumpulkan artikel feature, interview atau review album rekaman dari berbagai surat kabar, majalah, tabloit hingga web zines yang menulis musisi di label rekaman tersebut. Bahkan hingga membuat rangkuman pers atau ulasan pemberitaan dari media masa elektronik seperti radio, televisi.

9. NEW MEDIA DEPARTMENT

Departemen ini lebih mengurus produksi dan promosi suatu video clip dari musisi yang bernaung di lebel tersebut untuk disiarkan di televisi-televisi, khususnya yang berbau musik, seperti MTV. Tak hanya itu departemen ini juga mengurusi wilayah-wilayah online yang berhubungan dengan musik & video clip dalam internet guna mempromosikan album rekaman suatu musisi melalui teknologi yang tersedia.

10. ARTIST DEVELOPMENT DEPARTMENT

Departemen ini lebih mengurus dan merencanakan karier artis,musisi/band kedepannya dengan memberikan saran dan nasihat. Departemen inipun mesti mengkoordinasikan masalah pemasaran dan promosi yang baik guna menunjang karier musisi di label rekaman tersebut.

Saat ini banyak label rekaman justru mencoret atau tidak lagi membuka Artist Development Departement. Banyak yang justru mengganti namanya dengan Product Development Department yang lebih berkonsentrasi untuk mempromosikan musisi secepat mungkin. Departemen ini lebih berambisi untuk mempercepat karier musisi mereka agar naik supaya investasi yang dilakukan oleh label rekaman itu terhadap artisnya cepat kembali dan meraih keuntungan jika artisnya semakin populer.

Tekanan untuk mencari keuntungan secara instan memang telah mengubah bisnis musik secara dramatis dalam beberapa tahun ini. Jadi departemen inilah yang paling banyak ditekan terutama dalam mengembangkan karier suatu musisi secepat mungkin.

11. SALES DEPARTMENT

Tanggung jawabnya yaitu menjalin hubungan dengan toko-toko rekaman yang tersebar agar bersedia menjual album rekaman keluaran label tersebut. Selain itu, mereka juga berhubungan dengan distributor-distributor serta kemudian berhubungan juga dengan sirkulasi album rekaman secara tidak langsung.

12. LABEL LIAISON

Adalah: seseorang yang menjadi penghubung antara perusahaan distribusi major label dengan apa yang dibutuhkan oleh label rekaman tersebut, seperti mengkoordinasikan tanggal rilis yang mesti disetujui oleh perusahaan distribusi label tersebut.

13. PROMOTION DEPARTMENT

Sesuai namanya departemen ini berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan promosi album. Terutama untuk album baru rilis, seperti single hits pada radio-radio untuk diputar dan kemudian mengirim video clip ke stasiun televisi. Pada beberapa label rekaman Promotion Department ini menjadi bagian dari New Media Department. banyak praktisi musik mengatakan bahwa keberhasilan suatu album selain dari kualitas musiknya yang bagus juga bergantung pada cara promosi yang luas pula. Terutama promosi di radio dan televisi yang dinilai sangat efektif. Departemen ini senantiasa berhubungan & berkomunikasi secara kontinu dengan departemen lain untuk memastikan bahwa strategi yang digunakan dalam pemasaran dan penjualan album bisa berhasil mencapai sasaran atau target.

Disadur dari buku Music Record Indie Label karya Idhar Rez.

IAN ANTONO

Ian Antono yang memiliki nama asli Jusuf Antono Djojo (lahir di Malang, Jawa Timur, 29 Oktober 1950; umur 59 tahun) adalah seorang musisi dan pencipta lagu yang juga salah seorang gitaris kelompok musik rock legendaris God Bless.

Awal karier

Pada awalnya, Ian Antono merupakan seorang drummer. Namun setelah mendengar musik-musik The Shadows ia mulai berminat menjadi gitaris. Ia pun akhirnya bergabung dengan band Abadi Soesman yang waktu itu namanya cukup diperhitungkan. Tahun 1970 ia hijrah keJakarta dan bergabung dengan band Bentoel yang menjadi pengiring bagi penyanyi Emilia Contesa dan Trio The King.

Akhirnya tahun 1974 ia resmi menjadi gitaris God Bless dan merilis album-album seperti Huma Diatas Bukit (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1989). Nama Ian Antono mulai menarik perhatian karena pada saat itu atmosfer musik rock di Indonesia belum ada yang memulai.God Bless lah yang pertama kali mempelopori. Secara otomatis Ian juga menjadi gitaris pertama yang berkibar di jalur rock Indonesia.

Gong 2000

Setelah mundur dari God Bless dan Ian bergabung dengan grup Gong 2000 dan merilis album-album seperti Bara Timur (1991), Laskar (1994), dan Prahara (1996).

Sewaktu masih memperkuat God Bless permainan Ian berbeda dengan semasa ia memperkuat Gong 2000. Di Gong 2000 ia banyak memasukkan unsur musik Bali. Hal itu dibuktikan pada setiap penampilannya, Ian setidaknya mengikutsertakan 20 musisi asli Bali. Tahun 1997, Ian kembali memperkuat God Bless dan berduet dengan Eet Sjahranie yang masih berstatus sebagai gitaris God Bless. Konsep double gitar ini cukup menarik perhatian meski pada akhirnya album “Apa Kabar?” gagal dipasaran.

Ian Antono juga merupakan sosok seorang musisi yang produktif. Dalam setahun beliau bisa menggarap album untuk beberapa penyanyi. Banyak album yang tidak lepas dari sentuhan hangatnya termasuklah Iwan Fals, Anggun C. Sasmi, Nicky Astria, Doel Sumbang, Gito Rollies, Ebiet G Ade, Ikang Fawzi dan banyak lagi. Karya Ian Antono di arena muzik telah menerima banyak penghargaan. Antaranya ialah BASF Award (1987 – 1988) untuk Arranger Terbaik dan Komposer Terbaik untuk album Gersang (Nicky Astria), HDX Award (1989) untuk lagu Buku Ini Aku Pinjam (Iwan Fals), BAFS Award (1989) Album Bara Timur (Gong 2000) sebagai The Best Selling Album dan The Best Arranger & Composer, HDX Award (1994) untuk album Laskar (Gong 2000) sebagai Album Terbaik. Yang tidak kalah pentingnya adalah penghargaan dari Diamond Achievement Award atas dedikasi dan prestasi yang tinggi di industri musik pada tahun 1995.

Sebuah pengalaman yang menarik bagi Ian adalah ketika pada tahun 1999 ia diundang oleh Ramli Syarif untuk ikut memeriahkan ajangFormula-1 di Malaysia. Bagi Ian ini bukan pengalaman biasa, pasalnya disana turut hadir pula grup kolaborasi dewa gitar dunia, G3 dan grup rock legendaris Jethro Tull. Dengan memanfaatkan sesi check sound, Ian mempelajari perangkat milik Steve Vai yang jumlahnya banyak. Dari situ ia menambah ilmu dan wawasan yang belum pernah ia dapatkan di Indonesia.

Kebesaran nama dan kontribusinya bagi dunia musik Indonesia membuat para musisi muda Indonesia menggelar proyek album A Tribute To Ian Antono yang dimeriahkan oleh artis-artis musik Indonesia seperti EdanE, Sheila On 7, Padi, Gigi, Cokelat, Boomerang, /rif, dll.

Ian Antono pada tahun 2007 ini sering memakai Gibson Les Paul standar dan juga Gibson SG double neck. Untuk perangkat latihan di rumah ia memakai Marshall, namun untuk LIVE dan rekaman di studio ia menggunakan Mesa Boogie. Tak ada efek macam-macam yang ia gunakan selain sebuah delay.
Diskografi

Bersama God Bless

Album :
1975 - God Bless
1980 - Cermin
1988 - Semut Hitam
1997 - Apa Kabar
2009 - 36th

Kompilasi :
1990 - The Story of God Bless
1992 - 18 Greatest Hits of God Bless

Bersama Gong 2000 :

Bara Timur - 1991
Gong Live - 1992
Laskar - 1993
Prahara - 2000

Gear / Peralatan Musik yang dipakai :
Gitar Yang Digunakan : Gibson Les Paul Standar, Gibson SG Double Neck, Hamer, Kramer Tracer, Fender Stratocaster, Ibanez JEM 77, Washburn N-4, Gibson Les Paul Deluxe, Ovation Elite, Gibson Chat Atkins, Martin CMF, Martin EST 12 senar, dan Seagull
Ampli : Messa Boogie Strategy 400, Marshall JCM 900 1960, Trace Elliot AC-100, Messa Boogie Quad, Messa Boogie Tri Axis
Efek : Roland GP8. Harmonizer Eventid H-3000S

Sumber wikipedia

Digital electronic rock

In the 2000s, as computer technology became more accessible and music software advanced, it became possible to create high quality music using little more than a single laptop computer. This resulted in a massive increase in the amount of home-produced electronic music available to the general public via the expanding internet, and new forms of performance such as laptronica and live coding. These techniques also began to be used by existing bands, as with industrial rock act Nine Inch Nails' album Year Zero (2007), and by developing genres that mixed rock with digital techniques and sounds, including indie electronic, electroclash, dance-punk and new rave.

Contemporary heavy metal, metalcore and retro metal

Metal remained popular in the 2000s, particularly in continental Europe. By the new millennium Scandinavia had emerged as one of the areas producing innovative and successful bands, while Belgium, Holland and especially Germany were the most significant markets. Established continental metal bands that placed multiple albums in the top 20 of the German charts between 2003 and 2008, including Finnish band Children of Bodom, Norwegian act Dimmu Borgir, Germany's Blind Guardian and Sweden's HammerFall.

Garage rock/post-punk revival

In the early 2000s, a new group of bands that played a stripped down and back-to-basics version of guitar rock, emerged into the mainstream. They were variously characterised as part of a garage rock, post-punk or New Wave revival. Because the bands came from across the globe, cited diverse influences (from traditional blues, through New Wave to grunge), and adopted differing styles of dress, their unity as a genre has been disputed. There had been attempts to revive garage rock and elements of punk in the 1980s and 1990s and by 2000 scenes had grown up in several countries. The Detroit rock scene included The Von Bondies, Electric Six, The Dirtbombs and The Detroit Cobras and that of New York Radio 4, Yeah Yeah Yeahs and The Rapture. Elsewhere, other lesser-known acts such as Billy Childish and The Buff Medways from Britain, The (International) Noise Conspiracy from Sweden, The 5.6.7.8's from Japan, and the Oblivians from Memphis enjoyed underground, regional or national success.

Emo

Emo emerged from the hardcore scene in 1980s Washington, D.C., initially as "emocore", used as a term to describe bands who favored expressive vocals over the more common abrasive, barking style. The style was pioneered by bands Rites of Spring and Embrace, the last formed by Ian MacKaye, whose Dischord Records became a major centre for the emerging D.C. emo scene, releasing work by Rites of Spring,Dag Nasty, Nation of Ulysses and Fugazi. Fugazi emerged as the definitive early emo band, gaining a fanbase among alternative rock followers, not least for their overtly anti-commercial stance. The early emo scene operated as an underground, with short-lived bands releasing small-run vinyl records on tiny independent labels.